Home Komunikasi Komunikasi Politik: Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Proses

Komunikasi Politik: Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Proses

20

Komunikasi Politik: Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Proses

Komunikasi politik (political communication) merupakan salah satu jenis komunikasi berdasarkan pesan yang disampaikan.

Komunikasi biasanya diartikan sebagai pembagian sesuatu di antara manusia, bisa berupa informasi, gagasan, perilaku, pengertian atau pengalaman.

Penulis buku Komunikasi Politik, Dan Nimmo, mendefinisikan komunikasi sebagai proses interaksi sosial yang digunakan orang untuk menyusun makna yang merupakan citra mereka mengenai dunia dan untuk bertukar citra itu melalui simbol-simbol.

Komunikasi dalam pengertian yang dasar bisa dilihat dari pendapat Harold Laswell, yaitu who says what, in which channel, to whom with what effect.

Dari pengertian ini diperoleh unsur-unsur komunikasi, yaitu komunikator (who), komunikan (whom), pesan (what), media (channel) dan pengaruh (effect).

Politik didefinisikan secara beragam. Ada yang mengartikannya sebagai kebijakan umum, ada juga kekuasaan, bahkan ada yang menyamakan politik dengan konflik.

Menurut Harold Laswell politik adalah who gets what, when, how artinya siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana.

who gets what, when, how

Menurut Dan Nimmo, politik adalah kegiatan orang secara kolektif yang mengatur perbuatan mereka dalam kondisi konflik.

Pengertian Komunikasi Politik

Komunikasi Politik adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah.

Komunikasi politik merupakan aktivitas pesan orang-orang yang melakukan kegiatan politik, dalam bentuk memengaruhi dan menstimulus orang lain untuk melakukan kegiatan politik, baik pada tingkatan hubungan antar suprastruktur dan infrastruktur.

Menurut Dan Nimmo (2000), komunikasi politik adalah cara seseorang bertukar simbol, kata-kata yang dituliskan dan diucapkan, gambar, gerakan, sikap tubuh, perangai dan pakaian.

Effendy (1989) menjelaskan bahwa komunikasi politik merupakan suatu aktivitas pertukaran pesan yang dilakukan seseorang, kelompok orang, atau suatu lembaga dalam upaya memperoleh kewenangan untuk membela rakyat, baik dalam fungsi sebagai pelaksana pemerintahan maupun sebagai anggota sebuah struktur sosial masyarakat, dan dapat mempengaruhi suatu kebijakan sistem kekuasaan atau pemerintah dalam berbagai komponen.

Definisi komunikasi politik juga dipertegas oleh Harsono Suwardi (1997).

Menurutnya, komunikasi politik dapat dilihat dalam arti sempit komunikasi politik adalah setiap bentuk penyampaian pesan, baik dalam bentuk lambanglambang maupun dalam bentuk kata-kata tertulis, terucapkan, ataupun dalam bentuk isyarat yang mempengaruhi kedudukan seseorang yang ada dalam suatu struktur kekuasaan tertentu.

Sedangkan dalam arti luas, komunikasi politik adalah setiap jenis penyampaian pesan, khususnya yang bermuatan info politik dari suatu sumber kepada sejumlah penerima pesan.

Sebagai disiplin ilmu, komunikasi politik mempelajari mata rantai antara komunikasi dan politik atau jembatan metodologis antara disiplin komunikasi dan politik.

Menurut Harold Lasswell, politik adalah suatu ilmu yang berkaitan dengan kekuasaan.

Menurut Dahlan, komunikasi politik adalah suatu disiplin ilmu yang menelaah perilaku dan aktivitas komunikasi yang bermuatan politik, memilki akibat politk maupun memiliki pengaruh pada perilaku dan aktivitas politik. Komunikasi politik ini bisa didefinisikan sebagi proses komunikasi yang memiliki akibat kepada tindakan yang bersifat politik.

Kajian Komunikasi politik biasanya berpusat pada pembahasan tentang Opini publik. Hal ini terjadi karena sasaran komunikasi politik sendiri adalah bagaimana bisa menguasai dan mengarahkan opini publik sehingga bisa memberi manfaat bagi pelaku komunikasi politik (komunikator)

Unsur Komunikasi Politik

Komunikasi politik terdiri dari komunikator politik, komunikan politik, pesan politik, media politik dan efek politik.

Setiap unsur komunikasi politik ini memiliki sifat dan tujuan yang khas. Masing masing dari unsur komunikasi politik ini pastinya memilki fungsi untuk mencapai tujuan dari komunikasi politik itu sendiri.

1. Komunikator Politik

Pada komunikasi politik komunikator politik didefinisikan sebagai individu-individu yang berada dalam suatu instusi, asosiasi, partai politik, lembaga-lembaga pengelola media massa dan tokoh-tokoh masyarakat.

Komunikator politik bisa berupa negara, badan badan internasional dan mereka yang mendapat tugas atas nama negara. Komunikator merupakan unsur yang berperan sangat penting dalam suatu kegiatan komunikasi politik.

Komunikator politik akan memberikan nuansa yang signifikan pada aktivitas komunikasi politik itu sendiri.

Dalam komunikasi jenis ini, komunikator memiliki kekuasaan tertinggi dengan kendali untuk mengelola jalur transmisi informasi politik.

Para komunikator politik ini pula lah yang memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan nasional. Dengan kendali dan kekuasaan yang besar ini, maka komunikator politik harus memenuhi beberapa syarat, sebagai berikut:

2. Komunikan Politik

Komunikan didefinisikan sebagai seseorang atau sekelompok orang yang berperan sebagai subyek yang dituju oleh komunikator atau si pengirim atau penyampai informasi.

Komunikan diartikan juga sebagai orang yang menerima pesan-pesan, berita, informasi, pengertian dalam bentuk lambang-lambang yang mengandung arti atau makna.

Komunikan politik artinya mereka yang mendapat informasi berupa hal yang bersangkutan dengan politik.

Komunikan merupakan unsur yang paling penting untuk mencapai suatu komunikasi politik yang efektif. Apabila diantara komunikator dengan komunikan terjadi kesalah pahaman dalam melakukan komunikasi politik. sebaliknya, apabila di antara keduanya terjadi komunikasi yang efektif, akan menimbulkan komunikasi politik yang tersampaikan langsung terkait inti dan tujuan dari politik tersebut.

3. Isi atau Pesan Komunikasi Politik

Informasi yang ada dalam komunikasi politik adalah hasil atau produk dari keputusan para penguasa. Pesan dalam komunikasi politik telah diformulasikan dalam simbol yang sesuai dengan kekuasaam.

Isi atau pesan dari komunikasi politik ini terdiri dari hal hal berikut:

  • Gabungan beberapa norma yang mengatur lalu lintas pengiriman pesan.
  • Panduan dan nilai-nilai idealis yang memilki tujuan untuk mempertahankan dan melestarikan nilai pada masyarakat.
  • Metode maupun cara pendekatan dengan tujuan mewujudkan karakter integratif bagi masyarakat yang hidup dalam suatu lingkungan.
  • Ciri khas yang menunjukkan identitas negara.
  • Motivasi dasar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Komunikasi politik di dalam prosesnya berada pada struktur formal. Pesan-pesan komunikasi disampaikan dengan memakai jenjang yang ada di struktur kekuasaan. Dari struktur ini, pesan akan sampai dari penguasa ke sasaran.

4. Media Komunikasi Politik

Peran Media komunikasi politik sangat penting dalam proses komunikasi politik. Media politik bisa menjadi pusat perhatianpara penguasa karena dapat dijadikan alat untuk mendapat legitimasi rakyat.

Dalam memutuskan dan menjalankan suatu kebijakan, sangat penting bagi pemimpin untuk mendapat persetujuan dan suara dari rakyatnya.

Dukungan dari masyarakat dapat memperkuat pemerintahan yang berkuasa. Cara untuk memperkuat kekuasaan ini salah satunya adalah dengan memberikan pesan politis dalam suatu media komunikasi politik.

Pesan politis ini tentunya telah diwakili oleh simbol simbol kekuasaan.

5. Tujuan Komunikasi Politik

Tujuan dari komunikasi politik selalu berhimpit dan melembaga dengan tujuan dari negara. Untuk mencapai tujuan ini, sumber komunikasi politik harus diatur secara baik dan bijak melalui suatu perencanaan yang matang.

Bentuk dari tujuan yang akan dicapai bergantung pada sistem politik yang berlaku. Tujuan komunikasi politik akan tampak ideal sesuai dengan kentuan normatif suatu sistem yang berlaku.

Melakukan Komunikasi politik bukan tidak mungkin tidak memiliki tujuan politik. Oleh karena itu, menentukan tujuan dari komunikasi politik yang bagus, efisien, dan mampu mengambil hati rakyat sangatlah penting demi tercapainya suatu komunikasi politik yang efektif.

6. Efek Komunikasi Politik

Efek didefinisikan sebagai suatu proses penerimaan informasi dari komunikator. Efek adalah kesan atau pengaruh yang ditimbulkan oleh komunikan setelah ia menerima berita atau informasi.

Efek komunikasi dapat memilki kelanjutan dengan adanya tanggapan atau jawaban yang biasa kita kenal sebagai feedback. Dengan adanya feedback, akan timbul rasa saling mengerti antar pemberi dan penerima informasi.

Dalam komunikas politik, diperlukan efek komunikasi yang membuat komunikan mengerti akan isi komunikasi.

Efek komunikasi politik yang baik adalah terjadinya kesepakatan bersama dari komunikan, dalam hal ini masyarakat terhadap isi pesan yang disampaikan oleh komunikator, yang dalam hal ini mereka yang memiliki kekuasaan, baik struktural maupun non struktural.

7. Sumber Komunikasi Politik

Suatu sumber komunikasi juga akan menentukan kualitas dan tingkat kredibelitas dari proses komunikasi. Sumber komunikasi didefinisikan sebagai asal keluarnya informasi yang bisa dijadikan sebagai materi isi komunikasi.

Sumber komunikasi politik bisa berasal dari suatu individu ataupun elit politik tertentu. Bila info dianggap berharga makan sumber komunikasi politik tersebut akan mendapat pendengar. Sangat penting bagi elit politik untuk menjadi sumber komunikasi politik yang baik bagi masyarakatnya.

Fungsi Komunikasi Politik

Komunikasi politik juga memiliki tujuan dan fungsi tersendiri. Menurut pendapat ahli bernamaMcNair, komunikasi memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Menyampaikan informasi pada masyarakat tentang apa yang sedang terjadi dan berkembang di sekitar masyarakat. Media komunikasi politik berfungsi sebagai alat pengamatan dan monitoring untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat sekitar.
  • Memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat tentang arti dan makna dari fakta yang terjadi di masyarakat itu sendiri. Media komunikasi politik memilki kewajiban untuk melihat suatu fakta secara objektif sehingga dapat menyajikannya kepada masyarakat dengan objektif pula. Dengan ini, diharapkan komunikasi politik bisa mendidik masyarakat berdasarkan kejadian dan realitas yang terjadi di masyarakat
  • Menjadi sarana untuk menampung masalah politik yang berkembang di masyarakat. Dengan adanya media komunikasi politik, masalah politik dapat dibahas secara gamblang dan media dapat membentuk opini publik. Media komunikasi politik juga berkewajiban menyampaikan hasil opini publik ke masyarakat itu sendiri
  • Menjadi sarana publikasi bagi pemerintahan negara maupun lembaga lembaga yang bersifat politik
  • Menjadi sarana advokasi bagi kebijakan politik. Komunikasi politik dapat membantu program dan kebijakan politik dapat disalurkan dan disampaikan di media massa.

Komunikator Politik

Komunikator politik adalah orang yang secara tetap dan berkesinambungan melakukan komunikasi politik.

Komunikator politik itu terdiri dari tiga jenis:

1. Politikus

Politikus atau politisi yaitu orang yang terjun dalam dunia politik, baik calon maupun yang memegang jabatan di eksekutif, legislatif dan yudikatif.

2. Profesional

Komunikator profesional yaitu orang yang menginterpretasikan kejadian politik seperti wartawan, atau PR (humas).

3. Aktivis

Aktivis yaitu orang yang mempunyai kepedulian dengan masalah politik dalam istilah lain voluntary (sukarelawan).

Tujuan Komunikasi Politik: Opini Publik

Salah satu tujuan komunikasi politik adalah membentuk opini publik.

Berbicara tentang opini publik maka kita harus mengkaji dulu definisi opini.

Opini adalah tindakan mengungkapkan apa yang dipercayai, dinilai dan diharapkan seseorang dari objek dan situasi tertentu.

Opini memiliki beberapa proses yang dikenal dengan konstruksi, yaitu:

1. Konstruksi personal.

Opini berupa pengamatan dan interpretasi atas sesuatu secara sendiri-sendiri dan subjektif.

2. Konstruksi sosial.

Konstruksi sosial terdiri dari:

  • Opini kelompok. Opini pribadi di atas kemudian diangkat dalam kelompok tertentu. Maka jadilah opini kelompok.
  • Opini rakyat Opini yang tersistematiskan melalui jalur yang bebas seperti pemilihan umum atau hasil polling.
  • Opini massa yaitu opini yang berserakan, ini bisa berbentuk budaya atau konsensus. Inilah yang oleh para politikus disebut sebagai opini publik.

3. Konstruksi politik.

Ketiga opini hasil konstruksi sosial di atas dihubungkan dengan kegiatan pejabat publik yang mengurus masalah kebijakan umum. Inilah opini publik yang dikaji dalam komunikasi politik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here