Home Jurnalistik Pengertian Berita

Pengertian Berita

53

Berita (news) merupakan karya jurnalistik, sajian utama media massa, dan produk utama wartawan. Berikut ini pengertian berita secara bahasa dan istilah.

Pengertian Berita

MEMAHAMI pengertian berita merupakan pengetahuan dasar (basic knowledge) wartawan.

Praktisi humas juga harus memahami pengertian berita karena mereka juga memproduksinya melalui press release (rilis pers) dan/atau membuatnya untuk publikasi di media internal lembaga.

Pemahaman tentang pengertian berita akan membantu wartawan/humas dalam menulis berita yang benar sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Masyarakat pembaca juga perlu memahami pengertian berita sehingga bisa membedakannya dengan karya jurnalistik lain, seperti artikel opini dan feature.

Berita umumnya dalam format teks (tulisan). Namun, berita juga bisa disajikan dalam format gambar, seperti foto, infografis, audio, dan video.

Sajian berita dalam format multimedia menjadi tren di era jurnalisme web atau jurnalistik online. Berita di situs-situs berita atau media siber tidak melulu berupa teks, tapi juga berupa gambar, audio, dan video.

Berita menjadi kebutuhan dasar (basic need) masyarakat modern di seluruh dunia. Setiap orang ingin tahu apa yang terjadi di sekitarnya atau di tempat lain.

Pengertian Berita

Berikut ini definisi atau pengertian berita secara bahasa dan istilah.

1. Pengertian Berita Secara Bahasa.

Secara etimologis (asal-usul kata), berita berasal dari bahasa Sanskerta yaitu vrit yang artinya “ada” atau “terjadi”.

Berita juga berasal darikata viritta yang berarti “kejadian” atau “yang sedang terjadi”.

Asal-usul kata berita tersebut menunjukkan bahwa berita adalah terkait “kejadian” atau “peristiwa”, yakni informasi tentang sebuah kejadian.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Daring), pengertian berita adalah sebagai berikut:

  • cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar;
  • laporan
  • pemberitahuan; pengumuman.

Dalam bahasa Inggris, berita disebut news –dari kata new yang berarti “baru”. Berita (news) secara bahasa Inggris adalah informasi baru tentang sebuah kejadian.

Menurut Cambridge Dictionary, news adalah “informasi atau laporan tentang peristiwa terkini” (information or reports about recent events); sebuah program televisi atau radio berisi laporan tentang peristiwa terbaru (a television or radio programme consisting of reports about recent events).

Dari sisi bahasa, sudah tergambar pengertian berita, yaitu laporan atau informasi tentang sebuah peristiwa terbaru. Ringkasnya, berita adalah laporan kejadian atau informasi sebuah peristiwa.

2. Pengertian Berita Secara Istilah – Menurut Para Ahli.

Secara istilah, berita adalah informasi tetang kejadian yang dipublikasikan media massa –surat kabar, radio, televisi, atau media online (situs berita/media siber).

Pengertian berita dalam kamus komunikasi adalah laporan mengenai hal atau peristiwa yang baru terjadi, menyangkut kepentingan umum dan disiarkan secara cepat oleh media massa seperti surat kabar, majalah, radio, dan televisi.

Banyak sekali pakar komunikasi dan jurnalistik yang memberikan definisi berita menurut pandangannya masing-masing.

Berikut ini pengertian berita secara istilah menurut beberapa ahli (akademisi/praktisi).

  • Mochtar Lubis: berita adalah informasi yang baru, menarik perhatian, mempengaruhi orang banyak, dan mampu membangkitkan selera masyarakat untuk mengikutinya.
  • Neil McNeil: berita adalah gabungan fakta dan peristiwa-peristiwa yang menimbulkan perhatian atau kepentingan bagi para pembaca surat kabar yang memuatnya.
  • Paul De Maeseneer: berita adalah informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna (signifikan), yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka.
  • Doug Newson &n James A. Wollert: berita adalah apa saja yang ingin dan perlu diketahui orang atau lebih luas lagi oleh masyarakat.
  • Dean M. Lyle Spencer: berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar yang dapat menarik perhatian sebagian besar dari pembaca.
  • William S Maulsby: berita adalah suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang mempunyai arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat berita tersebut.
  • Eric C. Hepwood: berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting yang dapat menarik perhatian umum.
  • Dja’far H Assegaf: berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termasa (baru), yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi–segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.
  • J.B. Wahyudi: berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memilki nilai penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa periodik.
  • Amak Syarifuddin: berita adalah suatu laporan kejadian yang ditimbulkan sebagai bahan yang menarik perhatian publik media massa.
  • Williard C. Bleyer: berita adalah sesuatu yang termasa yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar karena dia dapat menarik minat atau mempunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena dia dapat menarik para pembaca untuk membaca berita tersebut.

Meskipun pengertian berita dari para pakar di atas secara redaksional berbeda-beda, namun terdapat persamaan yang mengikat pada berita, yaitu informasi sebuah kejadian, menarik perhatian, penting, luar biasa, dan baru serta disajikan secepat mungkin kepada khalayak luas melalui media massa.

Unsur Berita

Sebuah berita terdiri dari sejumlah unsur yang disebut unsur berita yang terangkum dalam 5W1H:

  1. What – Apa yang terjadi; nama peristiwa.
  2. Who – Siapa yang terlibat di dalamnya; pelaku, korban, saksi, tokoh, dll.
  3. Where – Di mana terjadinya peristiwa itu; tempat kejadian.
  4. When – Kapan terjadinya; waktu kejadian –hari dan tanggal.
  5. Why – Mengapa peristiwa itu terjadi; penyebab kejadian; motif; latar belakang; tujuan.
  6. How – Bagaimana terjadinya; proses; detail; rincian peristiwa.

unsur berita 5w1h

Berita yang baik memenuhu keenam unsur tersebut sehingga menjadi laporan/informasi lengkap bagi pembaca.

Wartawan pun menulis berita berdasarkan unsur-unsur tersebut.

Nilai Berita

Berita menampilkan fakta atau data sebuah peristiwa, tetapi tidak setiap fakta merupakan berita.

Berita biasanya menyangkut orang-orang, tetapi tidak setiap orang bisa dijadikan berita.

Berita merupakan sejumlah peristiwa yang terjadi di dunia, tetapi hanya sebagian kecil saja yang dilaporkan.

Oleh karena itu, sebuah peristiwa harus memenuhi nilai berita (news values) untuk diberitakan atau dilaporkan di media massa.

Nilai berita ini merupakan acuan para jurnalis untuk memutuskan peristiwa yang layak diberitakan —fit to print (layak muat di media cetak), fit to broadcast (layak siar di radio atau televisi), atau fit to post (layak posting di media online).

Dengan kriteria tersebut, seorang wartawan dapat dengan mudah mendeteksi mana peristiwa yang harus diliput dan dilaporkan, dan mana peristiwa yang tak perlu diliput dan harus dilupakan.

Kriteria nilai berita juga sangat penting bagi para editor dalam mempertimbangkan dan memutuskan, mana berita terpenting dan terbaik untuk dimuat, disiarkan, atau ditayangkan melalui medianya kepada masyarakat luas.

Apa saja nilai berita tersebut?

Dalam schediasma Curiousum de Lectione Novellarum, Christian Weise mengemukakan tahun 1676, dalam memilih berita harus dipisahkan antara yang benar dan yang palsu.

Daniel Hartnack juga tahun 1688 membahas masalah seleksi berita ini dalam tulisannya Erachtenvon Einrichtung der alten teutschen und neun europaischen Historien.

Dengan memberikan penekanan pada unsur pentingnya peristiwa. Yang menentukan apakah sebuah berita bernilai untuk dilaporkan bukan terletak pada unsur dampak dari peristiwanya.

Yang menarik, Hartnack sudah mengetahui bahwa tampilannya surat kabar-surat kabar secara periodik telah menyebabkan timbulnya permintaan akan berita yang bebas dari kejadian yang sebenarnya, atau dengan perkataan lain, ia telah melihat masalah pembentukan realitas oleh media massa.

Nilai berita terutama dihubungkan dengan nama Walter Lippmann, wartawan Amerika. Ia menggunakan istilah nilai berita (news values) untuk pertama kalinya dalam bukunya Public Opinion tahun 1922.

Di situ ia menyebutkan bahwa suatu berita memiliki nilai layak berita jika di dalamnya ada unsur kejelasan (clarity) tentang kejadian, ada unsur kejutannya (surprise), ada unsur kedekatannya (proximity) secara geografis, serta ada dampak (impact) dan konflik persoalannya.

Menurut Brian S. Brooks, George Kennedy, Darly R. Moen, dan Don Ranly dalam News Reporting and Editing (1980), ada sembilan nilai berita.

Pakar lain memasukkan ketertarikan manusiawi (humanity) dan seks (sex) dalam segala dimensi dan manifestasinya dalam kriteria umum nilai berita.

nilai berita

Berikut ini penjelasannya.

1. Keluarbiasaan (unusualness)

Berita bukanlah informasi tentang peristiwa biasa. Berita adalah laporan tentang suatu peristiwa luar biasa (news is unusual).

Untuk menunjukkan berita bukanlah suatu peristiwa biasa, Lord Northchliffe, pujangga dan editor di Inggeris abad 18, menyatakan dalam sebuah ungkapan yang kemudian sangat populer dan kerap dikutip oleh para teoritis dan praktisi jurnalistik.

Lord mengatakan, jika ada orang digigit anjing, maka itu bukanlah berita, tetapi jika orang menggigit anjing, maka itulah berita.

“If a dog bites a man it is not news, but if a man bites a dog it is.”

Prinsip ini masih berlaku saat ini dan dijadikan acuan para wartawan dalam menilai sebuah kejadian. Peristiwa yang tidak biasa layak diberitakan.

2. Kebaruan (newness)

Berita adalah laporan kejadian terbaru, bahkan akan dan sedang berlangsung (real time).

Suatu berita akan menarik perhatian bila informasi yang dijadikan berita itu merupakan sesuatu yang baru. Semua media akan berusaha memberitakan informasi tersebut secepatnya.

Selain peristiwanya yang baru, suatu berita yang sudah lama terjadi, tetapi kemudian ditemukan sesuatu yang baru dari peristiwa itu, dapat juga dikatakan berita tersebut menjadi baru lagi.

3. Akibat (impact)

Berita adalah informasi tentang peristiwa yang berdampak luas bagi masyarakat atau sebagian besar pembaca.

Suatu peristiwa tidak jarang menimbulkan dampak besar dalam kehidupan masyarakat. Kenaikan harga bahan minyak (BBM), tarif angkutan umum, tarif telepon, atau tarif listrik sangat berpengaruh terhadap anggaran keuangan semua lapisan masyarakat.

Apa saja yang menimbulkan akibat sangat berarti bagi masyarakat, itulah berita. Semakin besar dampak sosial, budaya, ekonomi atau politik yang ditimbulkannya, maka semakin besar nilai berita yang dikandungnya.

Dampak suatu pemberitaan bergantung pada beberapa hal, yakni seberapa banyak khalayak yang terpengaruh, pmberitaan itu langsung mengena kepada khalayak atau tidak, dan segera tidaknya efek berita itu menyentuh khalayak media surat kabar, radio, atau televisi yang melaporkannya.

4. Aktual (timeliness)

Berita adalah peristiwa yang sedang atau baru terjadi. Secara sederhana aktual berarti menunjuk pada peristiwa yang baru atau yang sedang terjadi.

Sesuai dengan definisi jurnalistik, media massa haruslah memuat atau menyiarkan berita-berita aktual yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam memperoleh dan menyajikan berita-berita atau laporan peristiwa yang aktual ini, media massa mengerahkan semua sumber daya yang dimilikinya mulai dari wartawan sampai kepada daya dukung peralatan paling modern dan canggih untuk menjangkau narasumber dan melaporkannya pada masyarakat seluas dan secepat mungkin.

Aktualitas adalah salah satu ciri utama media massa. Kebaruan atau aktualitas itu terbagi dalam tiga kategori, yaitu: aktualitas kalender, aktualitas waktu, dan aktualitas masalah.

5. Kedekatan (proximity)

Berita adalah informasi peristiwa yang memiliki kedekatan dengan pembaca, yaitu kedekatan geogarfis dan kedekatan psikologis.

Kedekatan geografis menunjuk pada suatu peristiwa atau berita yang terjadi di sekitar tempat tinggal kita. Semakin dekat suatu peristiwa yang terjadi dengan domisili kita, maka semakin terusik dan semakin tertarik kita untuk menyimak dan mengikutinya.

Kedekatan psikologis lebih banyak ditentukan oleh tingkat keterikatan pikiran, perasaan, atau kejiwaan seseorang dengan suatu objek peristiwa atau berita.

Kedekatan ideologis juga masuk nilai berita. Peristiwa di Arab Saudi memiliki kedekatan ideologis –dalam hal ini agama Islam– dengan Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim.

6. Informasi (information)

Menurut Wilbur Schramm, informasi adalah segala yang bisa menghilangkan ketidakpastian. Tidak setiap informasi mengandung dan memiliki nilai berita.

Setiap informasi yang tidak memiliki nilai berita, menurut pandangan jurnalistik tidak layak untuk dimuat, disiarkan atau ditayangkan media massa.

Hanya informasi yang memiliki nilai berita atau memberi banyak manfaat kepada publik yang patut mendapat perhatian media.

7. Konflik (conflict)

Berita adalah konflik atau segala sesuatu yang mengandung unsur atau sarat dengan dimensi pertentangan. Konflik atau pertentangan merupakan sumber berita yang tak pernah kering dan tak akan pernah habis.

Selama orang menyukai dan menganggap penting olah raga, perbedaan pendapat dihalalkan, demokrasi dijadikan acuan, kebenaran masih diperdebatkan, peperangan masih terus berkecambuk di berbagai belahan bumi, dan perdamaian masih sebatas angan-angan, selama itu pula konflik masih akan tetap menghiasi halaman surat kabar, mengganggu pendengaran karena disiarkan radio dan menusuk mata karena selalu ditayangkan di televisi.

Ketika terjadi perselisihan antara dua individu yang makin menajam dan tersebar luas, serta banyak orang yang menganggap perselisihan tersebut dianggap penting untuk diketahui, maka perselisihan yang semula urusan individual, berubah menjadi masalah sosial.

Di sanalah letak nilai berita konflik. Tiap orang secara naluriah, menyukai konflik sejauh konflik itu tak menyangkut dirinya dan tidak mengganggu kepentingannya.

Berita konflik, berita tentang pertentangan dua belah pihak atau lebih, menimbulkan dua sisi reaksi dan akibat yang berlawanan. Ada pihak yang setuju (pro) dan ada juga pihak yang kontra.

8. Orang Penting (news maker, prominence)

Berita adalah tentang orang-orang penting, orang-orang ternama, pesohor, selebriti, publik figur.

Orang-orang penting, orang-orang terkemuka, dimana pun selalu membuat berita. Jangakan ucapan dan tingkah lakunya, namanya saja sudah membuat berita. Teori jurnalistik menegaskan, nama menciptakan berita (names makes news).

Di Indonesia, apa saja yang dikatakan dan dilakukan bintang film, bintang sinetron, penyanyi, penari, pembawa acara, pejabat, dan bahkan para koruptor sekalipun, selalu dikutip pers.

Kehidupan para publik figur memang dijadikan ladang emas bagi pers dan media massa terutama televisi. Mereka menabur perkataan dan mengukuhkan perbuatan, sedangkan pers melaporkan dan menyebarluaskannya.

Semua dikemas lewat sajian acara paduan informasi dan hiburan (information dan entertainment), maka jadilah infotainment. Masyarakat kita sangat menyukai acara-acara ringan semacam ini.

9. Kejutan (suprising)

Kejutan adalah sesuatu yang datangnya tiba-tiba di luar dugaan, tidak direncanakan, di luar perhitungan, tidak diketahui sebelumnya. Kejutan bisa menunjuk pada ucapan dan perbuatan manusia.

Bisa juga menyangkut binatang dan perubahan yang terjadi pada lingkungan alam, benda-benda mati. Semuanya bisa mengundang dan menciptakan informasi serta tindakan yang mengejutkan, mengguncang dunia, seakan langit akan runtuh, bukit akan terbelah dan laut akan musnah.

10. Ketertarikan Manusiawi (human interest)

Kadang-kadang suatu peristiwa tak menimbulkan efek berarti pada seseorang, sekelompok orang, atau bahkan lebih jauh lagi pada suatu masyarakat, tetapi telah menimbulkan getaran pada suasana hati, suasana kejiwaan, dan alam perasaannya.

Peristiwa tersebut tidak menguncangkan, tidak mendorong aparat keamanan siap-siaga atau segera merapatkan barisan dan tak menimbulkan perubahan pada agenda sosial-ekonomi masyarakat.

Hanya karena naluri, nurani dan suasana hati kita merasa terusik, maka peristiwa itu tetap mengandung nilai berita. Para praktisi jurnalistik mengelompokkan kisah-kisah human interest ke dalam berita ringan, berita lunak (soft news).

11. Seks (sex)

Berita adalah seks; seks adalah berita. Sepanjang sejarah peradaban manusia, segala hal yang berkaitan dengan perempuan pasti menarik dan menjadi sumber berita.

Seks memang identik dengan perempuan. Perempuan identik dengan seks. Dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, selalu menyatu. Tak ada berita tanpa perempuan, sama halnya dengan tak ada perempuan tanpa berita.

Di berbagai belahan dunia, perempuan dengan segala aktifitasnya selalu layak muat, layak siar, layak tayang.

Segala macam berita tentang perempuan, tentang seks, selalu banyak peminatnya. Selalu dinanti dan bahkan dicari. Seks bisa menunjuk pada keindahan anatomi perempuan, seks bisa menyentuh masalah poligami.

Seks begitu akrab dengan dunia perselingkuhan para petinggi negara hingga selebriti. Dalam hal-hal khusus, seks juga kerap disandingkan dengan kekuasaan. Seks juga sumber bencana bagi kedudukan dan jabatan seseorang.

Jenis-Jenis Berita

Terdapat jenis-jenis berita yang dikenal dalam jurnalistik. Jenis berita paling banyak dibuat dan disajikan media massa adalah berita langsung (straight news).

Berikut ini jenis-jenis berita:

1. Straight News (berita langsung)

Berita langsung adalag berita yang berisi informasi apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar berisi berita jenis ini.

Straight news dipilih lagi menjadi dua macam:

  • Hard News: yakni berita yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan atau amat penting segera diketahui pembaca. Berisi informasi peristiwa khusus (special event) yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Soft News: berita ringan, nilai beritanya di bawah hard news dan lebih merupakan berita pendukung. Berita hiburan masuk kategori ini.

2. Depth News (berita mendalam)

Berita mendalam adalah berita yang lebih panjang dan lebih detail dari berita langsung.

Berita ini dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan.

3. Investigation News (berita investigasi)

Berita ini dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.

4. Interpretative News (berita interpretasi)

Berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya/reporter.

5. Opinion News (berita opini)

Berita mengenai pendapat, pernyataan, atau ucapan seseorang. Biasanya pendapat cendekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat, mengenai suatu masalah atau peristiwa.

Berdasarkan sifatnya, berita terbagi atas berita diduga dan berita tak terduga.

Berita diduga adalah peristiwa yang direncanakan atau sudah diketahui sebelumnya, seperti lokakarya, pemilihan umum, peringatan hari-hari bersejarah.

Proses penanganan berita yang sifatnya diduga disebut making news. Artinya, kita berupaya untuk menciptakan dan merekayasa berita.

Proses penciptaan atau perekayasaan berita itu dilakukan melalui tahapan perencanaan di ruang rapat redaksi, diusulkan dalam rapat proyeksi, dikonsultasikan dengan pemimpin redaksi, dilanjutkan dengan observasi, serta ditegaskan dalam interaksi dan konfirmasi di lapangan.

Semuanya melalui prosedur manajemen peliputan yang baku, jelas, terstruktur, dan terukur. Orang yang meliputnya disebut sebagai reporter.

Berita tak terduga adalah peristiwa yang sifatnya tiba-tiba tidak direncanakan, tidak diketahui sebelumnya, seperti kereta api terguling, gedung perkantoran terbakar, bus tabrakan, kapal tenggelam, pesawat dibajak, anak-anak sekolah disandera atau terjadi ledakan bom di pusat keramaian.

Proses penanganan berita yang sifatnya tidak diketahui dan tidak direncanakan sebelumnya, atau yang sifatnya tiba-tiba itu disebut hunting news.

Struktur Berita

Laporan atau informasi dalam berita umumnya disusun berdasarkan pola struktur piramida terbalik, yaitu mengedepankan fakta terpenting.

Fakta terpenting sebuah peristiwa disebutkan dalam judul (head) dan alinea pertama atau teras berita (news lead). Info terpenting itu biasanya berisi unsur What dan Who dalam 5W1H.

Berikut ini gambaran struktur berita piramida terbalik.

piramida terbalik

Struktur naskah berita secara garis besar dibagi dalam tiga bagian:

  1. Judul (head)
  2. Teras (lead)
  3. Isi (body)

 

Di bawah judul atau sebelum teras, biasanya ada bagian lain, yaitu

  1. Nama penulis/reporter (byline)
  2. Nama lokasi kejadian/tempat berita ditulis (place line)
  3. Tanggal berita ditulis (date line)

Berikut ini gambaran struktur berita yang biasa disajikan di situs berita (media online/media siber).

struktur berita

Judul berita berisi informasi ringkas tentang isi berita. Judul harus menggambarkan isi, ringkas, dan menarik.

Lead adalah alinea pertama atau intro. Bagian ini sering disebut nyawa sebuah berita, sehingga memerlukan kejelian untuk menentukan sudut pandang dan pemakaian bahasa.

Banyak variasi intro, karena bisa berupa ringkasan, kutipan, pertanyaan, menuding, pertanyaan bahkan deksripsi (menggambarkan) atau narasi (mengisahkan).

Penguraian materi berada di tubuh berita. Mesti tidak ada batasan berapa jumlah alinea, namun ada kecenderungan ditentukan oleh berita tentang apa, apa bentuk pengolahan dan adakah dan seberapa besar “nilai jual” dan “kepentingan” keseluruhan berita.

Bagian akhir atau penutup selama ini dianggap sebagai pelengkap. Biasanya berisi informasi tambahan seperti latar belakang.

Syarat berita

1. Fakta

Berita merupakan fakta, bukan karangan (fiksi) atau dibuat-buat. Ada beberapa faktor yang menjadikan berita tersebut fakta, yaitu kejadian nyata, pendapat (opini) narasumber dan pernyataan sumber berita.

Opini atau pendapat pribadi wartawan atau reporter yang dicampuradukkan dalam pemberitaaan yang ditayangkan bukan merupakan suatu fakta dan bukan karya jurnalistik.

2. Objektif

Sesuai dengan keadaan sebenarnya, tidak boleh dibumbui sehingga merugikan pihak yang diberitakan. Reporter atau wartawan dituntut adil, jujur dan tidak memihak, apalagi tidak jujur secara yuridis merupakan sebuah Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik.

3. Berimbang

Berita biasanya dianggap berimbang apabila wartawan atau reporter memberi informasi kepada pembacanya, pendengarnya atau pemirsanya tentang semua detail penting dari suatu kejadian dengan cara yang tepat.

Porsi harus sama, tidak memihak atau tidak berat sebelah. Reporter harus mengabdi pada kebenaran ilmu atau kebenaran berita itu sendiri dan bukan mengabdi pada sumber berita (check, re-check and balance) yang perlu didukung dengan langkah konfirmasi dari pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan.

4. Lengkap

Berita yang lengkap adalah berita yang memuat jawaban atas pertanyaan: Who, What, Why, When, Where, dan How (5W+1H).

5. Akurat

Tepat, benar, dan tidak terdapat kesalahan. Akurasi sangat berpengaruh pada penilaian kredibilitas media maupun reporter itu sendiri.

Akurasi berarti ketepatan bukan hanya pada detail spesifik tetapi juga kesan umum, cara detail disajikan dan cara penekannya.

Kebenaran dari suatu berita adalah untuk menjamin kepercayaan pembaca.

Demikian pengertian berita serta jenis-jenis, unsur berita, nilai berita, struktur berita, dan syarat berita.*

Sumber:

  • Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Online, Nuansa Cendekia, Bandungm 2012.
  • Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan, Batic Press, Bandung, 2001.
  • Indah Suryawati, Jurnalistik: Suatu Pengantar Teori dan Praktik, Ghalia Indonesia, 2011.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here