Home Komunikasi Pengertian Komunikasi

Pengertian Komunikasi

82

Komunikasi adalah seni, teknik, skill, dan proses penyampaian dan penerimaan pesan. Berikut ini pengertian komunikasi beserta fungsi, tujuan, proses, dan jenis-jenisnya.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Bahkan, sebagian besar kegiatan manusia adalah komunikasi.

Manusia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berinteraksi dengan orang lain.

Dalam sebuah penelitian telah dibuktikan, hampir 75 % sejak bangun dari tidur manusia berada dalam kegiatan komunikasi.

Dengan komunikasi kita dapat membentuk saling pengertian dan menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan, dan melestarikan peradaban.

Dengan komunikasi kita juga dapat menumbuhsuburkan perpecahan, menghidupkan permusuhan, menanamkan kebencian, merintangi kemajuan, dan menghambat pemikiran.

Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehiduapan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja.

Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi.

Aktivitas komunikasi ini dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Secara langsung, yaitu dengan lisan/verbal sehingga memudahkan kedua belah pihak untuk saling mengerti.
  2. Secara tidak langsung, yaitu melalui media tertentu, seperti bahasa tubuh, tulisan, telepon, radio, dan sebagainya.

Pengertian Komunikasi

Pengertian komunikasi dapat diihat secara etimologi (asal-usul kata dan bahasa) dan terminologi (istilah).

Pengertian Komunikasi

1. Pengertian Komunikasi secara Bahasa

Secara bahasa, komunikasi berasal dari kata Latin “communicare” yang artinya “to make common” – membuat kesamaan pengertian, kesamaan persepsi.

Akar kata Latin lainnya dari komunikasi adalah “communis” dan “communicatus” atau “common” dalam bahasa Inggris yang berarti “sama”, yakni kesamaan makna (commonness).

Ada juga akar kata Latin ”communico” yang artinya membagi. Maksudnya membagi gagasan, ide, atau pikiran.

Menurut Raymond S. Ross, komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata latin communis yang beberarti membuat sama.

Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan, komunikasi adalah suatu penyampaian pesan yang bertujuan untuk membuat sama persepsi atau arti antara komunikator dan komunikan.

Menurut asal katanya tersebut, arti komunikasi adalah proses penyampaian makna dari satu entitas atau kelompok ke kelompok lainnya melalui penggunaan tanda, simbol, dan aturan semiotika yang dipahami bersama.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa pengertian komunikasi adalah suatu aktivitas penyampaian informasi, baik itu pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak ke pihak lainnya yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) mengartikan komunikasi sebagai ”pengiriman dan pemerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami”.

The Oxford English Dictionary mengartikan komunikasi sebagai “The imparting, conveying, or exchange of ideas, knowledge, information, etc. “ (Pemberian, penyampaian, atau pertukaran ide, pengetahuan, informasi, dsb.)

Secara terminologi, ada banyak ahi yang mencoba mendefinisikan komunikasi.

Hovland, Janis, dan Kelley mengatakan pengertian komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain.

Menurut Laswell, komunikasi merupakan jawaban terhadap who says what in which medium to whom with what effect (siapa mengatakan apa dalam media apa kepada siapa dengan apa
efeknya).

John B. Hoben mengasumsikan komunikasi itu (harus) berhasil. Komunikasi adalah pertukaran verbal pikiran atau gagasan.

2. Pengertian Komunikasi secara Istilah

Secara istilah, para ahli komunikasi berbed-beda redaksional dalam mendefinisikan komunikasi.

J.L. Aranguren mengartikan komunikasi sebagai pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan.

Melvin L. DeFleur memaknai komunikasi sebagai koordinasi makna antara seseorang dengan khalayak.

Wilbur Schramm menyebutkan komunikasi sebagai “saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap”.

Pengertian komunikasi paling populer datang dari Harold Lasswell, yakni “Who says what in which channel to whom and with what effects”, siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa.

Berikut ini pengertian komunikasi selengkapnya yang bisa kita temukan dalam berbagai literatur komunikasi.

1. Proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya (Wikipedia).

2. The imparting, conveying, or exchange of ideas, knowledge, information, etc. – Pemberian, penyampaian, atau pertukaran ide, pengetahuan, informasi, dsb. (The Oxford English Dictionary).

3. Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku (Webster’s New Collegiate Dictionary).

4. Who says what in which channel to whom and with what effects – Siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa (Harold Lasswell).

5. Pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan (JL. Aranguren).

6. Koordinasi makna antara seseorang dengan khalayak (Melvin L DeFleur).

7. Saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap (Wilbur Schramm).

8. Proses pengalihan ide dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka (Everett M. Rogers).

9. Proses dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam (Rogers & D. Lawrence Kincaid).

10. Bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja; tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi (Shannon & Weaver)

11. Instrumen interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan keseimbangan dengan masyarakat (David K. Berlo).

12. Reaksi suatu organisme terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya (Steven)

13. Suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator (Raymond S. Ross).

14. Pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami (Prof. Dr. Alo Liliweri).

15. Transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol – kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut dengan komunikasi (Bernard Berelson & Gary A. Steiner).

16. Proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain (Menurut Carl I.Hovland).

17. Proses memahami dan berbagi makna (Judy C pearson & Paul E melson).

18. Proses makna di antara dua orang atau lebih (Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss)

19. Transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan (William I. Gordon).

20. Seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide, seseorang kepada orang lain (M. Djenamar).

21. Proses pengoperan lambang yang berarti diantara individu-individu (William Albig).

22. Komunikasi adalah alat dimana warga masyarakat dapatberpartisipasi dalam demokrasi (Aristoteles).

23. Simbol/verbal/ujaran, komunikasi adalah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal (Hoben).

24. Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku (Anderson).

25. Komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya (Lexicographer).

26. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak) (Hovland, Janis & Kelley).

27. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih (Gode).

28. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan (Ruesch).

29. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya (Weaver).

Menurut Carl I.Hovland, ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan ecara tegas asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.

Kesamaan bahasa yang dipergunakan dalam percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan makna.

Dengan lain perkataan, mengerti bahasanya saja belum tentu mengerti makna yang dibawakannya.

Jelas bahwa percakapan kedua orang tadi dapat dikatakan komunikatif.

Hovland menjelaskan dengan contoh, makna konotif anjing bagi seorang kiai yang merupakan hewan najis, bagi seorang polisi merupakan pelacak pembunuh, dan bagi aktivis amerika mungkin merupakan teman sekamar di saat kesepian. Mereka berbeda dalam pandangan dan penilaian terhadap anjing.

Edward Depari menjelaskan komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan dan pesan yang disampaikan melalui lambang tertentu, mengandung arti, dilakukan oleh penyampai pesan ditujukan pada penerima pesan.

Maksud pesan di sini seperti menyampaikan amanah dengan melalui komunikasi langsung atau bertatap muka sama penerima pesan.

Menurut Wilbur Schram, apabila kita mengadakan komunikasi maka kita harus mewujudkan persamaan antara kita dengan orang lain.

Kita mengetahui bahwa pada dasarnya komunikasi itu adalah proses. Suatu proses komunikasi yang bersifat dinamis.

Komunikasi itu suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya, membangun hubungan antar sesama manusia melalui pertukaran informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain serta berusaha mengubah sikap orang lain.

Dari beberapa pengertian diatas dapat dirangkum bahwa komunikasi adalah suatu proses dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan media tertentu yang berguna untuk membuat pemahaman

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan kepada orang lain. Itu definisi, makna, arti, atau pengertian komunikasi (communication) secara praktis atau dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Pesan (message) itu bisa berupa informasi, pemberitahuan, keterangan, ajakan, imbauan, bahkan provokasi atau hasutan.

Kata kunci dalam komunikasi adalah pesan. Dari pesan itulah sebuah proses komunikasi dimulai. Komunikasi terjadi karena ada pesan yang ingin atau harus disampaikan kepada pihak lain.

Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi tersirat dalam pengertian komunikasi secara bahasa dan istilah di atas.

Secara fungsional, komunikasi dilakukan demi ragam kepentingan atau tujuan, utamanya untuk:

1. Menyampaikan informasi (to inform).
2. Mendidik (to educate)
3. Mengibur (to entertaint)
4. Mempengaruhi (to influence).

Keempat fungsi itu pula yang diadopsi menjadi fungsi pers atau media massa sebagai sarana komunikasi massa, dengan menambahkan satu fungsi social control (pengawasan sosial).

Menurut William I. Gorden, fungsi komunikasi yang dibagi menjadi empat:

1. Fungsi Komunikasi Sosial.
2. Fungsi komunikasi Ekspresif.
3. Fungsi Komunikasi Ritual.
4. Fungsi Komunikasi Instrumental.

Berikut ini fungsi komunikasi menurut para ahli lainnya.

Thomas M. Scheidel mengatakan, manusia itu pada umumnya berkomunikasi untuk saling menyatakan dan mendukung identitas diri mereka dan untuk membangu interaksi sosial dengan orang-orang disekelilingnya serta untuk memengaruhi orang lain agar berpikir, merasa, ataupun bertingkah seperti apa yang diharapkan.

Rudolf F. Verderber mengemukakan, komunikasi memiliki fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan.

Fungsi sosial bertujuan untuk kesenangan, menunjukkan ikatan, membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain.

Fungsi pengambilan keputusan ialah memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan terhadap sesuatu pada saat tertentu.

Gordon I. Zimmerman menjelaskan, komunikasi berguna dalam menyelesaikan setiap tugas penting bagi kebutuhan kita, juga untuk memberi sandang pangan kepada diri sendiri dan memuaskan kepenasaran kita kepada lingkungan, serta untuk menikmati hidup.

Selain itu, hal terpenting dari komunikasi ialah untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain di sekitar kita.

Berikut ini fungsi komunikasi selengkapnya:

  1. Untuk menyampaikan informasi
  2. Sebagai penyampai pendapat agar dapat diterima oleh masyarakat luas atau yang berkaitan.
  3. Sebagai bentuk interaksi dengan orang lain.
  4. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan akan sesuatu hal. Jadi, melalui komunkasi nantinya akan terjadi transfer ilmu antara pihak satu dengan pihak lainnya.
  5. Pengisi waktu luang. Misalnya, dengan berbicara via telepon, chatting, sosial media, video call dan sebagainya.
  6. Sebagai cara untuk membujuk dan mempengaruhi orang lain. Biasanya komunikasi semacam ini banyak mengandung unsur-unsur persuasif.
  7. Untuk dapat mengenal diri sendiri.
  8. Guna mengurangi ketegangan atau mencairkan suasana. Misalnya, ketika ada pertikaian atau perselisihan pendapat dalam rapat tertentu.
  9. Sebagai hiburan. Misalnya, ketika Anda sedang jenuh kemudian menghubungi teman jauh untuk sekadar mengobrol santai.
  10. Untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
  11. Sebagai benteng diri agar tidak terisolasi dalam lingkungan masyarakat.
  12. Untuk mempelajari situasi yang terjadi.
  13. Mengubah sikap maupun perilaku.
  14. Mengawasi serta melakukan pengendalian atas suatu kegiatan.
  15. Sebagai motivasi untuk orang lain.
  16. Guna mengambil suatu keputusan yang tepat.
  17. Untuk melakukan kegiatan tertentu.
  18. Sebagai bentuk ekspresi.
  19. Menghindari adanya kesalahpahaman.
  20. Untuk tetap menjaga jalinan hubungan yang baik.

Unsur-Unsur Komunikasi

Sebagai sebuah proses, komunikasi memiliki unsur-unsur yang terlibat di dalamnya.

Berikut ini unsur-unsur, elemen, atau komponen komunikasi.

1. Komunikator

Komunikator adalah penyampai pesan (sender). Dalam proses komunikasi komunikator berperan penting karena mengerti atau tidaknya lawan bicara tergantung cara penyampaian komunikator.

Komunikator berfungsi sebagai encoder, yakni sebagai orang yang memformulasikan pesan yang kemudian menyampaikan kepada orang lain.

Orang yang menerima pesan ini adalah komunikan yang berfungsi sebagai decoder, yakni menerjemahkan lambang-lambang pesan konteks pengertian sendiri.

Persamaan makna dalam proses komunikasi sangat bergantung pada komunikator, maka dari itu terdapat syarat-syarat yang diperlukan oleh komunikator, di antaranya:

  1. Memiliki kredibilitas yang tinggi bagi komunikannya.
  2. Kemampuan berkomunikasi.
  3. Mempunyai pengetahuan yang luas.
  4. Sikap.
  5. Memiliki daya tarik, dalam arti memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan sikap atau perubahan pengetahuan pada diri komunikan.

2. Pesan

Pesan dalam proses komunikasi adalah informasi yang akan dikirmkan kepada si penerima. Pesan ini dapat berupa verbal dan noverbal.

Pesan verbal dapat secara tertulis, seperti surat, buku, majalah, memo.

Pesan secara lisan dapat berupa percakapan tatap muka, percakapan melalui telepon, radio, dan sebagainya.

Pesan non-verbal dapat berupa isyarat, gerakan badan dan ekspresi muka dan nada suara.

Bentuk-bentuk pesan di antaranya:

1. Informatif, yakni memberikan keterangan-keterangan dan kemudian komunikan dapat mengambil kesimpulan sendiri.

2. Persuasif, yakni dengan bujukan untuk membangkitkan pengertian dan kesadaran seseorang bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan rupa pendapat atau sikap sehingga ada perubahan, namun perubahan ini adalah kehendak sendiri.

3. Koersif, yakni menggunakan sanksi-sanksi. Bentuknya terkenal dengan agitasi, yakni dengan penekanan-penekanan yang menimbulkan tekanan batin diantara sesamanya dan pada kalangan publik.

Ketiga bentuk pesan ini sering kali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya seorang guru dalam kegiatan mengajar menggunakan komunikasi informatif, selain itu jika murid tidak mengetahui peraturan menggunakan komunikasi koersif.

3. Media

Media yaitu sarana atau alat yang digunakan oleh kominkator untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan atau sarana yang digunakan untuk memberikan feedback dari komunikan kepada komunikator.

Media sendiri merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang artinya perantara, penyampai, atau penyalur.

4. Komunikan/Penerima

Penerima (receiver) adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.

Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, partai atau negara.

Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan atau dalam bahasa inggris disebut audience atau receiver.

Dalam proses komunikasi telah dipahami, keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak ada penerima jika tidak ada sumber.

Penerima adalah elemen penting dalam proses komunikasi, karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi.

Jika suatu pesan tidak diterima oleh penerima, akan menimbukan berbagai macam masalah yang sering kali memuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau saluran.

Komunikasi yang efektif harus ditunjang dari komunikator dan
komunikan. Komunikan harus mampu mendengarkan dan memahami pesan yang disamaikan.

Begitu pula sebaliknya komunikator harus mampu menyampaikan pesan yang baik.

5. Efek

Pengaruh atau efek adalah perbedaan apan yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah penerima pesan.

Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang.

Oleh karena itu, pengaruh juga bisa diartikan perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan sikap dan tindakan seseorang sebagai akibat penerima pesan.

Dampak yang ditimbulkan dapat diklasifikasikan menurut kadarnya, yaitu:

1. Dampak kognitif, adalah yang ditimbulkan pada komunikan yang menyembabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualitasnya.

2, Dampak efektif, lebih tinggi kadarnya dari pada dampak komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya, menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.

3. Dampak behavioral (konatif), yang paling tinggi kadarnya, yakni tampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan.

Unsur Komunikasi

unsur komunikasi

Tujuan Komunikasi

Secara singkat tujuan komunikasi adalah untuk menciptakan kesepahaman di antara kedua belah pihak.

Tujuan komunikasi lainnya antara lain:

  1. Agar hal yang disampaikan bisa dimengerti dengan cukup baik. Dengan adanya definisi komunikasi diatas maka akan menghindarkan diri dari kesalah pahaman.
  2. Agar mampu memahami maksud perkataan orang lain.
  3. Agar ide, gagasan maupun pemikiran pribadi dapat diterima orang lain terutama dalam gelaran rapat tertentu.
  4. Penggerak orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Misalnya, kegiatan kerja bakti, sosialisasi dan sebagainya.

Jenis Komunikasi

Secara teknis, komunikasi juga beragam berdasarkan bentuk, cara, dan tingkatannya.

Berdasarkan caranya, jenis-jenis komunikasi meliputi:

  1. Komunikasi verbal –komunikasi menggunakan kata-kata secara lisan dan tulisan.
  2. Komunikasi non-verbal –komunikasi menggunakan bahasa isyarat, gestur, atau bahasa tubuh (body language).
  3. Komunikasi langsung (direct communication).
  4. Komunikasi tatap muka (Face to face communication).
  5. Komunikasi tidak langsung (indirect Communication) yaitu komunikasi menggunakan media.
  6. Komunikasi lisan.
  7. Komunikasi tulisan.

Komunikasi lisan adalah jenis komunikasi secara oral, langsung, tanpa ada batasan jarak. Misalnya, dalam suatu rapat, wawancara maupun percakapan biasa.

Komunikasi secara tertulis merupakan jenis media komunikasi yang penyampaiannya dilakukan dalam bentuk tulisan. Misalnya, naskah, spanduk, undangan, dan sebagainya.

jenis komunikasi

Berdasarkan tingkatannya, mengacu pada jumlah komunikan atau audiens, komunikasi terbagi dalam jenis komunikasi sebagai berikut:

  1. Komunikasi Intrapersonal (Intrapersonal Communication)
  2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication).
  3. Komunikasi Kelompok (Group Communication).
  4. Komunikasi Organisasi (Organization Communication)
  5. Komunkasi Publik (Public Communication).
  6. Komunikasi Massa (Mass Communication).

Berdasarkan isi pesan yang disampaikan, jenis-jenis komunikasi antara lain:

  1. Komunikasi Politik.
  2. Komunikasi Budaya.
  3. Komunikasi Olahraga.
  4. Komunikasi Pembangunan
  5. Komunikasi Keluarga
  6. Komunikasi Dakwah.

Berdasarkan ruang lingkupnya, komunikasi terdiri dari komunikasi internal dan komunikasi eksternal.

Komunikasi internal merupakan jenis komunikasi yang terjadi dalam ruang lingkup organisasi maupun perusahaan.

Contohnya, interaksi antar individu yang ada dalam ruang lingkup tersebut. Komunikasi internal bisa berupa komunikasi vertikal, horizontal maupun diagonal.

Komunikasi eksternal berarti komunikasi yang terjalin antar organisasi maupun masyarakat dalam berbagai macam bentuk. Misalnya, koneferensi pers, pameran, publikasi, siaran televisi, maupun bakti sosial.

Berdasarkan aliran, komunikasi terdiri dari:

  1. Komunikasi satu arah, yakni komunikasi yang berasal dari salah satu pihak saja.
  2. Komunikasi dua arah, yaitu komunikasi yang mempunyai sifat saling memberikan timbal balik.
  3. Komunikasi ke bawah, yakni komunikasi dari atasan dengan bawahan.
  4. Komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yabg berasal dari seorang bawahan kepada atasan.
  5. Komunikasi ke samping, yakni komunikasi yang terjalin di antara beberapa orang pada kedudukan setara.

Alur Komunikasi: Proses

Setiap komunikasi memiliki alur dan komponen sebagai berikut dalam proses komunikasi:

1. Komunikator (Sender) – Pengirim pesan
2. Encoding – Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan
3. Message – Pesan
4. Media/Channel – Saluran
5. Decoding – Proses pemecahan/ penerjemahan simbol-simbol
6. Komunikan/Receiver – Penerima pesan
7. Feed Back – Umpan balik, respons.

proses komunikasi

Proses komunikasi dimulai ketika komunikator memiliki pesan untuk disampaikan. Pesan ini lalu di-encode atau dirumuskan dalam format yang tepat dan disampaikan secara langsung atau melalui media.

Setelah pesan diterima, komunikasn men-decode pesan tersebut untuk dipahami. Setelah pesan diterima, maka akan muncul respons atau umpan balik dari penerima kepada pengirim.

Demikian pengertian komunikasi beserta tujuan, fungsi, unsur, jenis, dan prosesnya.

Referensi

  • Deddy Mulyana. 1999. Nuansa-Nuansa Komunikasi. Bandung: Rosdakarya
  • Deddy Mulyana, 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya.
  • Hafied Cangara, 1998. Pengantar Ilmu KomunikasiJakarta: PT Raja GTafindo
  • Onong Uchjana Effendy, 1994. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya
  • Denis McQuail. 1987. Mass Communication Theory (Teori Komunikasi Massa). Jakarta: Erlangga
  • William R. Rivers at.al. 2003. Media Massa dan Masyarakat Modern. Jakarta: Prenada Media.
  • H.A. W. Widjaja, Ilmu Komunikasi Pengantar Studi (Jakarta: PT. Rineka Cipta,2000).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here